Info Sekolah
Sabtu, 07 Mar 2026
  • Selamat datang di Website MTsN 1 Pringsewu
  • Selamat datang di Website MTsN 1 Pringsewu
1 Maret 2026

Kajian Puasa Part#6: Tingkatan Puasa

Ming, 1 Maret 2026 Dibaca 133x

MTsN 1 Pringsewu (Humas)_ Kajian keutamaan puasa Ramadhan pada hari ke-6 kembali disampaikan oleh Ustadz Ali Fauzi, S.H.I., M.H. di hadapan seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan. Dalam kesempatan tersebut, beliau masih membacakan dan mengulas isi kitab Durratun Nasihin karya Syekh Utsman bin Hasan bin Ahmad Asy Syakiri Al Khubawi. Dengan gaya penyampaian yang lugas dan menyentuh, Ustadz Ali menegaskan bahwa puasa Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi ibadah yang memiliki tingkatan dan nilai spiritual yang mendalam.

Dalam kitab tersebut dijelaskan bahwa orang yang berpuasa terbagi menjadi tiga tingkatan. Pertama, puasa orang awam, yaitu mereka yang menahan diri dari makan, minum, dan segala hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Secara hukum, puasanya sah. Kedua, puasa orang khawas, yakni mereka yang tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga anggota tubuh dari maksiat; menjaga lisan dari dusta dan ghibah, menjaga pandangan, pendengaran, serta perbuatan dari hal-hal yang diharamkan. Ketiga, puasa khawasul khawas, yaitu tingkatan tertinggi, ketika seseorang mampu menjaga hati dari sifat riya, hasad, ujub, dan segala penyakit hati, sehingga seluruh lahir dan batinnya tertuju kepada Allah SWT.

Ustadz Ali juga mengingatkan tentang perkara yang dapat membatalkan puasa secara syariat, seperti makan dan minum dengan sengaja, muntah dengan sengaja, serta berhubungan suami istri di siang hari Ramadhan. Selain itu, ada pula perbuatan yang tidak membatalkan secara hukum, tetapi dapat menghapus pahala, seperti berdusta, menggunjing, berkata kotor, dan bermaksiat.

Di akhir kajian, beliau mengutip hadits Nabi Muhammad SAW bahwa betapa banyak orang yang berpuasa, namun tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya selain lapar dan haus. Pesan ini menjadi pengingat agar puasa Ramadhan dijalankan dengan penuh keimanan dan penjagaan diri, sehingga benar-benar bernilai di sisi Allah SWT. (Sul)

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar