Info Sekolah
Rabu, 20 Mei 2026
  • Selamat datang di Website MTsN 1 Pringsewu
  • Selamat datang di Website MTsN 1 Pringsewu
3 Maret 2026

Kajian Puasa Part#8: Keutamaan Shalat Tarawih Malam ke-12 hingga ke-30

Sel, 3 Maret 2026 Dibaca 311x

MTsN 1 Pringsewu (Humas)_ Pada hari kedelapan (Selasa, 3/3/2026) kajian Ramadhan, Ustadz Ali Fauzi, S.H.I., M.H. kembali membacakan kitab Durratun Nasihin karya Syekh Usman bin Hasan bin Ahmad Asy Syakiri Al Khubawi di hadapan seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan. Mengawali uraiannya, beliau menegaskan bahwa di bulan Ramadhan, “siang diperintahkan untuk siyam, malam diperintahkan untuk qiyam.” Artinya, puasa dan shalat malam adalah dua sayap yang menyempurnakan ibadah seorang mukmin.

Ustadz Ali kemudian menjelaskan keutamaan shalat tarawih dari malam ke-12 hingga malam ke-30 secara rinci. Malam ke-12, pelakunya dibangkitkan dengan wajah bercahaya. Malam ke-13, ia terbebas dari keburukan pada hari kiamat. Malam ke-14, para malaikat menjadi saksi atas ibadahnya. Malam ke-15, malaikat dan para penyangga ‘Arsy mendoakannya.

Malam ke-16, dicatat sebagai orang yang selamat dari api neraka. Malam ke-17, diberi pahala seperti para nabi. Malam ke-18, malaikat memanggilnya dengan kabar ridha Allah. Malam ke-19, diangkat derajatnya di surga. Malam ke-20, diberi pahala para syuhada dan orang saleh.

Malam ke-21, dibangunkan rumah dari cahaya di surga. Malam ke-22, ia datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari kegelisahan. Malam ke-23, dibangun kota di surga untuknya. Malam ke-24, dua puluh empat doa dikabulkan. Malam ke-25, diangkat darinya azab kubur.

Malam ke-26, pahalanya dilipatgandakan berkali-kali setara dengan ibadah selama 40 tahun. Malam ke-27, ia melintasi shirath secepat kilat. Malam ke-28, diangkat seribu derajat di surga. Malam ke-29, diberi ganjaran yang sangat besar setara pahala 1000 orang haji. Hingga malam ke-30, Allah memberi minum dari telaga kautsar dan mendapatkan pengakuan bahwa ‘kamu adalah hambaKu”.

Ustadz Ali menutup dengan pesan bahwa semua keutamaan itu hanya diraih dengan iman, keikhlasan, dan istiqamah, sehingga Ramadhan benar-benar menjadi jalan menuju ampunan dan kemuliaan. (Sul)

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar