MTsN 1 Pringsewu (Humas)_ Pada hari ke-10 Kajian Puasa yang dilaksanakan pada Kamis, 5 Maret 2026, pemateri Ustadz Ali Fauzi, S.H.I., M.H. kembali membacakan kitab Durratun Nasihin karya Syekh Usman bin Hasan bin Ahmad Asy Syakiri Al Khubawi di hadapan seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan.
Mengawali uraiannya, Ustadz Ali membacakan bab yang mengisahkan tentang Nabi Sulaiman ‘alaihissalam. Dalam kitab tersebut dijelaskan bahwa Nabi Sulaiman pernah diberi pilihan oleh Allah antara memilih ilmu atau kerajaan. Nabi Sulaiman dengan penuh kebijaksanaan memilih ilmu. Namun karena kemuliaan ilmu tersebut, Allah justru menganugerahkan kepadanya dua hal sekaligus, yaitu ilmu yang luas serta kerajaan yang sangat besar. Dari kisah ini dapat dipahami bahwa keutamaan ilmu sangat tinggi, bahkan dapat mengantarkan seseorang kepada kemuliaan dunia dan akhirat.
Selanjutnya Ustadz Ali menuturkan kisah Nabi Sulaiman yang disarikan dari Al-Qur’an, khususnya dalam Surah An-Naml. Dikisahkan bahwa Nabi Sulaiman adalah seorang nabi sekaligus raja yang diberi keistimewaan oleh Allah. Ia mampu memahami bahasa berbagai makhluk, termasuk burung dan semut. Suatu ketika, saat pasukannya yang terdiri dari manusia, jin, dan burung sedang berjalan, seekor semut berkata kepada kaumnya agar segera masuk ke sarangnya agar tidak terinjak oleh pasukan Nabi Sulaiman. Mendengar perkataan semut itu, Nabi Sulaiman tersenyum dan bersyukur kepada Allah atas nikmat yang diberikan kepadanya.
Dalam kisah lainnya, Nabi Sulaiman juga berinteraksi dengan burung Hud-hud yang membawa kabar tentang kerajaan Saba’ yang dipimpin oleh Ratu Balqis. Dengan hikmah dan kebijaksanaannya, Nabi Sulaiman mengajak sang ratu untuk menyembah Allah. Pada akhirnya, Ratu Balqis pun menyadari kebenaran tersebut dan beriman kepada Allah bersama Nabi Sulaiman.
Kisah ini menjadi pelajaran bahwa ilmu yang disertai keimanan dan rasa syukur akan membawa seseorang kepada kemuliaan dan keberkahan hidup. (Sul)
Tinggalkan Komentar