MTsN 1 Pringsewu (Humas)_ Pada hari ke-11 Kajian Puasa, Jum’at (6 Maret 2026), kegiatan kajian yang berlangsung di Masjid Raudlatul Jannah MTs Negeri 1 Pringsewu kembali diisi oleh Ustadz Ali Fauzi, S.H.I., M.H. Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Ali masih melanjutkan pembacaan kitab Durratun Nasihin karya Syekh Usman bin Hasan bin Ahmad Asy Syakiri Al Khubawi di hadapan seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan.
Mengawali uraiannya, Ustadz Ali menyampaikan bahwa para nabi tidak mewariskan harta benda kepada umatnya, tetapi mewariskan ilmu. Ilmu menjadi warisan yang sangat berharga karena dapat membimbing manusia menuju kebaikan dan keselamatan hidup di dunia maupun di akhirat. Oleh karena itu, setiap orang yang telah memperoleh ilmu hendaknya berusaha menjaga dan memeliharanya agar ilmu tersebut tetap bermanfaat.
Para ulama menguraikan bahwa kata ilmu tersusun dari tiga huruf hijaiyah, yaitu ‘ain (ع), lam (ل), dan mim (م). Huruf ‘ain dimaknai sebagai ‘illiyyin, yang berarti derajat yang tinggi. Artinya, orang yang berilmu akan diangkat derajatnya oleh Allah SWT, baik di dunia maupun di akhirat. Huruf lam dimaknai sebagai lutfin, yaitu kelembutan. Ilmu yang benar akan melahirkan sikap lemah lembut, bijaksana, serta tidak sombong terhadap orang lain. Sedangkan huruf mim dimaknai sebagai mulkin, yaitu keunggulan atau kemuliaan dibandingkan yang lain. Maksudnya, ilmu menjadi kelebihan yang membedakan seseorang karena dengan ilmu manusia mampu memahami kebenaran dan memberikan manfaat bagi sesama.
Ustadz Ali juga menjelaskan bahwa ada lima cara untuk menjaga ilmu agar tetap kuat dan bermanfaat. Pertama, memperbanyak shalat malam, karena pada waktu tersebut doa dan munajat lebih mudah dikabulkan sehingga hati menjadi bersih dan ilmu mudah melekat. Kedua, menjaga wudhu, sebab wudhu merupakan bentuk kesucian lahir dan batin yang dapat mendekatkan diri kepada Allah. Ketiga, bertakwa dalam berbagai keadaan, baik ketika sendiri maupun di hadapan orang lain, karena ketakwaan akan menjaga keberkahan ilmu. Keempat, makan dengan niat untuk beribadah, bukan sekadar menuruti keinginan hawa nafsu, sehingga tubuh memiliki kekuatan untuk melakukan kebaikan. Kelima, membiasakan bersiwak, karena selain menjaga kebersihan, siwak juga merupakan sunnah yang membawa keberkahan dalam ibadah dan menuntut ilmu.
Melalui penjelasan tersebut, Ustadz Ali mengingatkan bahwa ilmu tidak cukup hanya dipelajari, tetapi juga harus dijaga dengan amal dan ketakwaan agar ilmu tersebut menjadi cahaya yang bermanfaat bagi kehidupan. (Sul)
Tinggalkan Komentar