MTsN 1 Pringsewu (Humas)_ Sebanyak 278 siswa kelas IX mengikuti kegiatan Wisuda Tahfidz Al-Qur’an Angkatan ke-6 Peserta Didik Kelas IX Tahun Pelajaran 2025/2026 yang diselenggarakan di MTs Negeri 1 Pringsewu pada Rabu, 20 Mei 2026. Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh haru dengan dihadiri para orang tua wisudawan, dewan guru, serta jajaran pejabat di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Pringsewu.

Para peserta wisuda diwisuda setelah berhasil menyelesaikan hafalan Juz 30 Al-Qur’an. Dalam prosesi tersebut, para siswa didampingi langsung oleh orang tua masing-masing sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan dan dukungan keluarga dalam mendampingi proses menghafal Al-Qur’an. Suasana bangga dan haru tampak menyelimuti wajah para orang tua ketika putra-putri mereka dipanggil satu per satu untuk menerima penghargaan wisuda tahfidz.
Prestasi hafalan para siswa tahun ini juga menunjukkan peningkatan yang membanggakan. Dari sebagian peserta wisuda, sebanyak 45 siswa berhasil mencapai hafalan 2 juz, 2 siswa mencapai 3 juz, 3 siswa mencapai 4 juz, 1 siswa mencapai 5 juz, 3 siswa mencapai 6 juz, 2 siswa mencapai 7 juz, 1 siswa mencapai 8 juz, bahkan terdapat 1 siswa yang berhasil menuntaskan hafalan hingga 10 juz Al-Qur’an.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pringsewu H. Khuzil Afwa Kahuripan, Kasi Pendidikan Islam Kabupaten Pringsewu M. Syakban, serta jajaran pejabat lainnya di lingkungan Kemenag Pringsewu.
Dalam sambutannya, Kepala MTs Negeri 1 Pringsewu Drs. H. Nukman berpesan kepada seluruh peserta wisuda agar terus semangat dalam menghafal dan menjaga hafalan Al-Qur’an. Menurutnya, proses menghafal memang membutuhkan perjuangan besar, namun menjaga hafalan jauh lebih sulit sehingga diperlukan istiqamah dan kesungguhan.

“Menghafal Al-Qur’an adalah susah, tetapi menjaga hafalan adalah lebih susah, maka tetaplah istiqomah,” pesan Nukman di hadapan para wisudawan dan wali murid.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pringsewu H. Khuzil Afwa Kahuripan menyampaikan bahwa meningkatnya kuantitas dan kualitas tahfidz di madrasah merupakan hasil sinergi seluruh pihak, mulai dari siswa, guru, orang tua, hingga seluruh stakeholder madrasah. Ia juga menegaskan bahwa menjaga hafalan setelah wisuda menjadi tanggung jawab bersama, terutama peran orang tua di rumah.
Secara khusus, beliau juga berpesan agar para siswa tidak hanya menjaga hafalan Al-Qur’an, tetapi juga menjaga akhlak dalam kehidupan sehari-hari. “Ilmu penting, tapi akhlak sebagai buah dari ilmu lebih penting. Adab harus berada di atas ilmu,” tegasnya.
Kegiatan wisuda tahfidz ini menjadi bukti komitmen MTs Negeri 1 Pringsewu dalam mencetak generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki karakter religius dan akhlak mulia. (Sul)
Tinggalkan Komentar