Info Sekolah
Senin, 30 Mar 2026
  • Selamat datang di Website MTsN 1 Pringsewu
  • Selamat datang di Website MTsN 1 Pringsewu
30 Maret 2026

Awali Syawwal, MTsN 1 Pringsewu Tekankan Dampak Nyata Ibadah Ramadhan

Sen, 30 Maret 2026 Dibaca 139x

MTsN 1 Pringsewu (Humas)_ Kegiatan awal pembelajaran di bulan Syawwal di MTs Negeri 1 Pringsewu berlangsung khidmat dan penuh makna pada Senin, 30 Maret 2026. Bertempat di Masjid Raudlatul Jannah MTs Negeri 1 Pringsewu, kegiatan ini diikuti oleh seluruh warga madrasah, mulai dari siswa, guru, hingga tenaga kependidikan. Momentum ini menjadi ajang untuk memperkuat kembali nilai-nilai spiritual setelah menjalani ibadah di bulan Ramadhan.

Kegiatan diawali tadarus alquran, shalat dhuha dilanjutkan dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Ketua Takmir Masjid Raudlatul Jannah, Uhan Rohimil, S.Pd. Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan pesan yang menggugah, bahwa banyak orang yang merayakan hari raya, namun tidak semuanya benar-benar meraih makna Idul Fitri. Menurutnya, Idul Fitri sejatinya adalah kembali kepada kesucian diri, bukan sekadar perayaan seremonial. “saat ini banyak orang berhari raya tapi tidak banyak yang beridul fitri” ungkapnya.

Lebih lanjut, Uhan menjelaskan ciri-ciri ibadah Ramadhan yang berdampak dalam kehidupan sehari-hari. Pertama adalah istiqomah, yaitu konsisten dalam menjalankan ibadah dan kebaikan meskipun Ramadhan telah berlalu. Kedua, hati menjadi lebih lembut, yang ditandai dengan meningkatnya rasa empati, kepedulian, serta mudah tersentuh terhadap kondisi orang lain. Ketiga, menjauhkan diri dari maksiat, yaitu mampu menahan diri dari perbuatan yang dilarang agama. Keempat, munculnya motivasi untuk terus berbuat baik, seperti gemar bersedekah, membantu sesama, dan menjaga akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu dalam arahannya, Kepala MTs Negeri 1 Pringsewu, Drs. H. Nukman, S.Pd., M.M., menegaskan pentingnya menjadikan puasa sebagai titik awal perubahan perilaku ke arah yang lebih baik. Ia berpesan agar seluruh warga madrasah senantiasa menjaga sikap dan menjauhi perbuatan negatif, salah satunya adalah perilaku bullying yang dapat merugikan orang lain.

Kegiatan diakhiri dengan saling bersalam-salaman antara siswa, guru, dan karyawan. Tradisi ini menjadi simbol saling memaafkan dan mempererat ukhuwah di lingkungan madrasah, sehingga semangat kebersamaan tetap terjaga di bulan Syawwal dan seterusnya. (Sul)

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar