MTsN 1 Pringsewu (Humas)_ Shalat ghaib merupakan salah satu bentuk kepedulian dan doa umat Islam kepada sesama muslim yang telah meninggal dunia. Shalat ini dilaksanakan ketika jenazah tidak dapat dishalatkan secara langsung, baik karena jarak maupun keadaan tertentu. Sebab utama dilaksanakannya shalat ghaib adalah sebagai wujud penghormatan terakhir sekaligus bentuk kasih sayang dan cinta kepada saudara seiman yang telah lebih dahulu berpulang ke hadirat Allah SWT.

Pada hari Rabu, 3 Februari 2026, keluarga besar MTs Negeri 1 Pringsewu yang terdiri atas para siswa, guru, dan tenaga kependidikan melaksanakan shalat ghaib untuk almarhum Dahyan Amin bin H. Amin. Almarhum merupakan suami dari Ibu Amronah, salah satu guru di MTs Negeri 1 Pringsewu. Pelaksanaan shalat ghaib ini menjadi bentuk empati serta solidaritas keluarga besar madrasah kepada salah satu anggotanya yang sedang berduka.

Di hadapan seluruh jamaah, Pak Ali Fauzi, S.H. memberikan penjelasan mengenai tata cara pelaksanaan shalat ghaib. Beliau menguraikan dengan jelas bahwa shalat ghaib dilakukan dengan empat kali takbir tanpa ruku dan sujud. Dimulai dengan niat di dalam hati, dilanjutkan takbir pertama membaca surah Al-Fatihah, takbir kedua membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, takbir ketiga membaca doa untuk jenazah, dan takbir keempat diakhiri salam. Usai shalat dilaksanakan tahlil dan doa yang dipimpin oleh pak Warsoyo dan pak Tumiran Fauzi.

Kegiatan ini tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga memberikan pengetahuan dan pengalaman nyata tentang pelaksanaan fardu kifayah bagi para siswa. Melalui praktik shalat ghaib, warga madrasah belajar bahwa kepedulian terhadap sesama muslim harus tetap diwujudkan, bahkan ketika seseorang telah meninggal dunia. Semoga doa yang dipanjatkan menjadi amal kebaikan dan meringankan langkah almarhum menuju rahmat Allah SWT. (Sul)
Tinggalkan Komentar