Info Sekolah
Minggu, 26 Jul 2026
  • Selamat datang di Website MTsN 1 Pringsewu
  • Selamat datang di Website MTsN 1 Pringsewu
25 Juli 2026

Kepala dan Waka Kurikulum MTsN 1 Pringsewu Ikuti Bedah CP Pembelajaran Mendalam dalam Kurikulum Berbasis Cinta

Sab, 25 Juli 2026 Dibaca 27x

MTsN 1 Pringsewu (Humas) _ Kepala MTsN 1 Pringsewu, Rohman Taufik, S.Pd., M.Kes., AIFO., bersama Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Warsoyo, S.Pd., mengikuti kegiatan Bedah Capaian Pembelajaran (CP) Pembelajaran Mendalam dalam Kurikulum Berbasis Cinta yang diselenggarakan oleh Musyawarah Kerja Kepala Madrasah (MKKM ) Provinsi Lampung. Kegiatan berlangsung di MTsN 2 Bandar Lampung pada Sabtu, 25 Juli 2026.

Kegiatan tersebut menghadirkan Prof. Dr. H. Darmadi, S.Ag., S.E., M.M., M.Pd., Ph.D. sebagai narasumber dan pemateri. Dalam paparannya, Prof. Darmadi menegaskan bahwa setiap guru harus mempelajari dan memahami Capaian Pembelajaran (CP) sebelum melaksanakan proses pembelajaran di kelas. Menurutnya, pemahaman yang baik terhadap CP akan membantu guru merancang pembelajaran yang terarah sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai secara maksimal.

Lebih lanjut, Prof. Darmadi juga mengingatkan para Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum agar menyampaikan kepada seluruh guru dan anggota Kelompok Kerja Madrasah (KKM) mengenai pentingnya memahami dan mengimplementasikan CP dalam setiap proses pembelajaran. Ia berharap seluruh madrasah, khususnya jenjang MTs di Provinsi Lampung, memiliki pemahaman dan penerapan CP yang selaras sehingga tercipta kesamaan standar mutu pendidikan yang ingin dicapai.

Sementara itu, Kepala MTsN 1 Pringsewu, Rohman Taufik, menyampaikan bahwa keikutsertaannya dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawabnya sebagai Ketua KKM MTsN 1 Pringsewu. Menurutnya, seluruh guru di bawah naungan KKM harus memiliki pemahaman yang utuh terhadap Capaian Pembelajaran sebagai landasan dalam menyusun dan melaksanakan pembelajaran.

“Melalui kegiatan ini, kami memperoleh penguatan yang sangat penting. Harapannya, seluruh guru mampu memahami CP dengan baik sehingga proses pembelajaran berlangsung lebih optimal dan berdampak pada peningkatan hasil belajar murid,” ujar Taufik.

Ia berharap ilmu yang diperoleh dari kegiatan tersebut dapat segera ditindaklanjuti melalui sosialisasi dan pembinaan kepada guru-guru, sehingga implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di madrasah dapat berjalan secara efektif, berkualitas, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan. (Sul)

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar